Beranda | Artikel
Hadits Menyayangi Binatang
Selasa, 13 Juli 2021

Bersama Pemateri :
Ustadz Mubarak Bamualim

Hadits Menyayangi Binatang adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam ilmiah dengan pembahasan kitab Riyadhus Shalihin Min Kalam Sayyid Al-Mursalin. Pembahasan ini disampaikan oleh Ustadz Mubarak Bamualim, Lc., M.H.I. pada Selasa, 03 Dzulhijjah 1442 H / 13 Juli 2021 M.

Ceramah Agama Islam Tentang Hadits Menyayangi Binatang

Dari Anas bin Malik Radhiyallahu Ta’ala ‘Anhu, beliau mengatakan:

كنا إذا نَزَلْنا مَنْزِلًا، لا نُسَبِّحَ حتى نَحُلَّ الرِّحال

“Kami dahulu apabila dalam perjalanan turun di suatu tempat, kita tidak mengawali shalat sebelum menurunkan muatan yang ada pada unta.” (HR. Abu Dawud dengan sanad yang sesuai dengan syarat Imam Muslim)

Kata Imam An-Nawawi Rahimahullah bahwa لا نُسبِّح artinya tidak shalat sunnah. Maknanya bahwa meskipun kami (para sahabat) semangat mengerjakan shalat, tetapi kami tidak mendahulukan shalat atas pekerjaan menurunkan pelana unta dan muatan-muatan yang ada di atas punggung unta tersebut dan menjadikan mereka istirahat.

Ini menunjukkan bagaimana adab kita kepada binatang. Bagaimana menyayangi dan lemah-lembut kepada binatang. Yang diambil dari hadits ini adalah:

Keutamaan shalat

Shalat jangan sampai dinomorsekiankan. Tapi hendaknya shalat adalah hal pertama yang kita perhatikan, terlebih lagi shalat lima waktu yang merupakan kewajiban bagi setiap muslim dan muslimah yang telah memenuhi syarat. Maka shalat lima waktu adalah sesuatu yang tidak ada tawar-menawar.

Ini juga merupakan peringatan kepada kita sebagai pendidik, sebagai orang tua, sebagai guru dan yang lainnya untuk tidak meremehkan masalah shalat dan mengajarkan ini kepada anak didik dan keluarga kita tentang keutamaan shalat. Karena orang kalau sudah meremehkan shalat, maka dia akan lebih meremehkannya. Oleh karena itu waspada dalam hal berkaitan dengan ibadah shalat lima waktu.

Lemah-lembut kepada binatang

Islam mengajarkan kepada kita untuk menyayangi, lemah-lembut dan memberikan hak binatang. Kalau binatang saja kita berikan haknya, apalagi sesama manusia dan lebih dari itu sesama muslim.

Maka Islam ini bukan hanya teori, Islam adalah praktek. Memberikan hak kepada yang berhak, terutama seorang muslim. Kita harus memperhatikan hak-hak mereka sebagai saudara kita, sehingga kita tidak melalaikan hak mereka yang merupakan kewajiban kita.

Ketika binatan digunakan sebagai kendaraan yang ditunggangi, berjalan dalam perjalanan yang jauh, apalagi perjalanannya di padang pasir, maka ketika istirahat perhatikanlah istirahatnya binatang tersebut. Berikan hak mereka untuk istirahat. Di antaranya adalah menurunkan pelana yang ada di punggungnya. Hal ini agar dia lebih leluasa dan nyaman dalam istirahatnya.

Semangat wasiat Nabi

Hadits ini menunjukkan bagaimana semangat para sahabat dalam melaksanakan wasiat Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam untuk lemah-lembut kepada binatang. Ini adalah wasiat Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam yang Allah utus untuk seluruh manusia.

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam sering memberi wasiat dan peringatan kepada para sahabat agar lemah-lembut dan memperhatikan hak-hak binatang yang menjadi kendaraan atau alat angkut mereka. Jangan sampai melalaikan binatang tersebut. Sebagaimana hadits yang sebelumnya, seekor unta di sebuah kebun salah seorang Anshar yang dia menangis melihat Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dan mengadu: “Aku ini hanya dipekerjakan oleh tuanku tapi dia tidak berikan hakku. Aku dibiarkan lapar dan lelah.”

Maka Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mencari pemilik unta dan memberitahu bahwa dia telah mendzalimi unta tersebut. Sehingga kemudian beliau menasihati sahabat yang mungkin karena ketidaktahuannya sehingga melalaikan hak binatang.

Dimasa kita sekarang ini juga masih ada yang menggunakan sapi sebagai alat untuk membajak atau pengangkut hasil pertanian. Ini pun termasuk dalam bagian dari hadits ini, yaitu untuk memperhatikan hak binatang-binatang itu. Jangan hanya menggunakan tenaganya saja tetapi kemudian melalaikan hak mereka dari sisi makan, istirahat dan yang lainnya.

Adab-adab safar

Di antara adab safar yang diterangkan dalam hadits ini yaitu disaat shalat kita shalat, disaat istirahat kita istirahat, masing-masing ada adab dan tempat-tempatnya yang harus diperhatikan sebagaimana sahabat dahulu juga memperhatikan adab-adab safar yang diajarkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.

Bab menolong teman ketika safar

Menit ke-13:09

Bagaimana pembahasan selengkapnya? Mari download dan simak mp3 kajian kajiannya.

Download MP3 Kajian


Artikel asli: https://www.radiorodja.com/50386-hadits-menyayangi-binatang/